subhanallah walhamdulillah walaa illaha illallah wallahuakbar
Tampilkan postingan dengan label ibadah haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah haji. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2009

MASJID QIBLATAIN





Masjid Qiblatain.

Pada tahun kedua di Madinah, Rasul dan para sahabat datang menghibur seorang janda tua yang baru mengalami musibah. Rasul shalat Dzuhur di sana. Saat itu, setiap shalat, menghadap ke Baitul Maqdis di utara. Di tengah shalat, tiba-tiba turun surat Al Baqarah ayat 143, yang memerintahkan Rasul ganti menghadap ke Ka'bah di Mekah atau arah selatan dari Madinah.
Saat itu juga, Rasul mengubah arah shalatnya dari Baitul Maqdis ke Ka'bah.
Di tempat itu lalu dibangun mesjid dan dinamai Masjid Qiblatain atau Masjid dua kiblat.

read more “MASJID QIBLATAIN”

MASJID QUBA


Masjid Quba

Sejak masa Rasulullah, Quba merupakan wilayah perkebunan kurma.
Saat hijrah dari Mekah pada tahun 621 Masehi, Rasulullah bersama Abubakar singgah beberapa hari di perkampungan ini sebelum memasuki Madinah.
Di sini beliau mendirikan mesjid yang sekarang menjadi mesjid Quba.
Ini mesjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah.
read more “MASJID QUBA”

Makam Rasulullah SAW dan Raudhah


Makam Rasulullah SAW
Dulu tempat ini merupakan rumah tinggal Rasulullah. Letaknya persis di samping masjid Nabawi. Setelah wafat, Rasulullah dimakamkan di tempat tersebut. Karena perluasan mesjid Mabawi, makam tersebut sekarang berada di dalam masjid.



Raudhah.
"Antara kamarku dan mimbarku terletak salah satu bagian dari taman surga",demikian pernah dinyatakan Rasul. Maka orang-orangpun berlomba untuk dapat sholat, berdoa, atau berdzikir di tempat yang berada di antara makam Rasulullah dan mimbar masjid Nabawi yang disebut Raudhah tersebut.


read more “Makam Rasulullah SAW dan Raudhah”

MADINAH - MASJID NABAWI

Memenuhi undangan suci, ibadah haji, insya Allah jamaah haji akan mendatangi Mekah dan Madinah. Begitu juga yang ziarah mereka akan mendatangi keduanya dan daerah-daerah sekitar yang bersejarah zaman Nabi/Rasul Allah.

Bulan April saya sudah menulis tentang ibadah haji dan ziarah di Mekah dan sekitarnya.
Berikut ini ibadah dan ziarah di Medinah dan sekitarnya, insya Allah ada manfaat dan barokahnya, amiin, maaf kalau ada kesalahan disana sini.

Madinah: adalah kota tempat Nabi Muhammad SAW memimpin dan membentuk masyarakat Islam yang sesungguhnya. Beliau tinggal di sana sampai wafat pada tahun 23 Hijriah atau 632 Masehi.

interior masjid Nabawi, subhanallah indahnya.

MASJID NABAWI
Tempat ini dulunya merupakan rumah milik anak yatim, Sahal dan Suhail. Di pekarangan rumah itu, unta yang dikendarai Rasulullah saat pertama memasuki Madinah berhenti dan berlutut. Rumah tersebut kemudian dibeli dan dibangun. Mesjid Nabawi selain sebagai tempat shalat Rasul, juga untuk menampung kaum fakir-miskin dan musafir.

read more “MADINAH - MASJID NABAWI”

Kamis, 23 April 2009

Tips Berhaji dan Umroh


1. Sabar
Perjalanan berhaji atau umroh selalu diwarnai ketidaksempurnaan. Baik menyangkut perilaku sesama jamaah, penyelenggara Indonesia maupun Saudi. Hal ini bisa terjadi sejak persiapan di tanah air, di pesawat, di airport, pelaksanaan ibadah hingga kembali pulang. Maka bersabarlah.

2. Utamakan yang Wajib
Banyak yang perlu dihapalkan untuk menunaikan ibadah haji dan umroh. Namun jangan memaksakan diri. Yang penting, kenali hal-hal yang diwajibkan. Selebihnya anda dapat mengikuti pembimbing.

3 . Cari informasi cuaca
Mekah dan Madinah akan sangat dingin pada bulan-bulan sekitar November-Desember-Januari dan sangat panas sekitar bulan Juni-Juli-Agustus. Tanyakan suhu udara Saudi sebelum berangkat. Bawa jaket bila musim dingin.

4. Siapkan obat-obatan sendiri
Jangan bergantung pada orang lain. Bawa obat yang paling anda perlukan. Vit.C dosis tinggi akan bermanfaat. Demikian juga masker penutup hidung yang dapat diperoleh di apotik-apotik

5. Siapkan "pelawan Cuaca"
Bawa kipas dan semprotan air [hand sprayer]. Siapkan kacamata hitam untuk melindungi mata dari terik matahari. Gunakan kosmetik pelembab kulit juga pelembab bibir, agar tidak pecah dan perih. Gunakan kaos kaki kecuali saat berpakaian ihrom. Bawa pula tempat minum praktis. Perlu sering minum walaupun tidak merasa haus untuk menghindari dehidrasi.

6. Bawa sedikit pakaian
Kelembaban udara di Saudi sangat rendah, kecuali saat berjejalan thawaf,tubuh praktis tak berkeringat. Udara juga tak banyak berdebu. Maka, pakaian relatif awet. Jika dicuci juga cepat kering. 1 kopor kecil pakaian telah memadai.

7. Konsumsi makanan sehat
Tubuh lelah dan udara kering sering membuat nafsu makan hilang. Jika itu terjadi, paksakan diri untuk makan secara cukup,apapun rasanya.
Gunakan buah segar seperti semangka atau jeruk untuk "lalap".

8. Belanja seperlunya
Belanja di Saudi tentu boleh saja, tapi ingat tujuan utama perjalanan anda adalah ibadah dan bukan yang lain. Selain harga-harga tidak murah bila diukur dengan kurs rupiah, juga merepotkan perjalanan.

9. Bawa buku kumpulan doa
Manfaatkan waktu luang anda untuk membaca buku amalan khusus. Bisa saja itu seperti membaca Al Quran, al Hadits, atau kumpulan doa yang makbul. Jangan lupa juga membawa "buku pintar" soal berhaji/berumroh

10. Rileks
Cukuplah beristirahat. Jangan tegang. Kadang penyelenggara lalai melaksanakan kewajibannya. Untuk menutupinya, mereka menyeru agar "jamaah haji/umrah selalu bersabar". Jika itu terjadi, jangan segan mengingatkan mereka memenuhi kewajibannya, Namun lakukan itu dengan kepala dingin.

read more “Tips Berhaji dan Umroh”

BAITULLAH, HAJAR ASWAD


Turun Hajar Aswad dari surga dan Hajar Aswad lebih putih daripada susu [awalnya] lalumenghitam karena dosa/kesalahan-kesalahan anak Adam.
[Rowahul Tirmidzi, kitabul hajj]


Ka'bah


Berziarah ke Ka'bah adalah ritual yang umurnya setua peradaban umat manusia. Bahkan, setiap nabi memiliki cara tersendiri dalam beribdah haji, termasuk Nabi Muhammad SAW.

Secara etimologi haji berasal dari kata hajja yahujju yang berarti 'bermaksud ke', berziarah ke' atau 'sengaja ke'.

Ka'bah disebut juga rumah Allah [Baitullah] atau rumah tu [Baitulathiq].Tua. Usianya memang terbilang purba, jauh sebelum Nabi Adam ada di muka Bumi.

Sebagai orang iman wajib untuk ;
  1. mentaati perintah-perintah Allah
  2. menjauhi semua larangn Nya
  3. mempercayai kisah-kisah Nya
Termasuk kisah asal-usul Ka'bah; seperti yang dikisahkan dalam kitab Akhbaru Makkah oleh Al Azroqi, Allah menciptakan Ka'bah sebelum membuat langit dan bumi dan ditiupkan di Arsy.
Dalam riwayat yang lain, menyebutkan, sesuai Allah menciptakan Baitulmakmur-tempat malaikat melakukan thowaf- Dia juga memerintahkan malaikat membangun rumah "serupa" untuk umat manusia di bumi.
Allah menempatkan bangunan itu tepat di tengah suatu lembah yang menjadi jantung kota Mekah saat ini. Sejak itu Dia menetapkan tanah seluas kira-kira 550 km2 itu sebagai tanah haram atau tanah suci. Tercatat nabi Adam, selain sebagai manusia pertama dia juga pemula ibadah haji dan pada saat itu nabi Adam bertemu malaikat yang sedang thowaf. Malaikat berkata:" Kami mendoakan semoga hajimu mabrur, kami telah melakukan thowaf 2000 thn sebelum ini." Lalu Adam bertanya "apa yang kalian baca ketika thowaf?" Kami membaca subhanallahi walhamdulillah walailahailallah wallahuakbar" Lalu nabi Adam menambahkan:" wa la haula walaquata illa billah"

Letak Ka'bah di lembah dengan ketinggian sekitar 300m di tas permukaan laut, bukanlah daerah yang aman. Tempat ini sering digenangi banjir yan mengandung lumpur, terpaan badai pasir sehingga Ka'bah rentan mengalami keretakan dan kerusakan.

Nabi Sis bin Adam putra nabi Adam pernah memperbaiki. Lalu rusak kembali terkena banjir Nuh!sehingga tenggelam.
Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail mencari kembali letak pondasi bangunan suci itu. Lalu membangunkannya kembali. Setelah Ka'bah mulai tinggi dia membayangkan fenomena thowaf.
Maka terlintas ilham di benak nabi Ibrohim untuk menandai mulainya thowaf.Dia memerintahkan Ismail untuk meletakkan batu di salah satu pojok Ka'bah.
Saat mencari batu mendadak malaikat Jibril turun dari langit membawa Hajar Aswad. Kata Jibril "sejak dulu Baitullah memang telah memiliki Hajar sebagai tanda dimulainya thowaf. Lalu nabi Ibrohim meletakkan batu itu tepat di sebelah tenggara Ka'bah.
Lantaran ingin meninggikan tubuh Ka'bah, mereka berdua memutuskan mencarai batu sebagai panjatan atau 'tangga'. Mereka menggunakan batu itu hingga pembangunan Ka'bah selesai.
Lalu batu itu dilestarikan dan disebut sebagai Maqom Ibrahim. Kitab Akhbaru Makkah mengisahkan batu itu bisa naik turun layaknya tangga hidrolik sesuai keinginan hati nabi Ibrohim.
Ketika bangunan itu rampung, Allah memerintahkan nabi Ibrohim mengabari seluruh umat manusia di dunia tentang haji, "Wahai manusia telah Kuwajibkan haji kepada kalian, maka datanglah ke Baitulatiq ini". Nabi Ibrohim sempat tertegun dengan firman itu. "Ya Allah bagaimana saya bisa memberitakan firman Engkau kepada manusia yang ada di seluruh penjuru dunia, sedang suara saya terbatas:, keluhnya. "Kewajiban kamu hanya memanggil, Aku yang akan membawa suaramu ke mana saja." jawab Allah.
Lalu Rasul Allah itu menghadap ke Timur, sembari berujar "Wahai para manusia sungguh telah diwajibkan kepada kalian tentang haji, maka hajilah kalian ke Baitullah ini," Kalimat itu dia serukan kembali ke arah Barat, Utara, dan Selatan. Ketika itu tak ada satupun orang mukmin di muka bumi. Hanya para arwah - calon jabang bayi - yang ada di dalam tulang rusuk anak turun Nabi Adam yang menjawab," Allahuma labaik Allahuma labaik".Mereka menjawab ada yang sekali, 2x atau berkali-kali. Ada yang mengatakan itu menjadi penentu berapa kali seseorang bakal menunaikan ibadah haji
Setelah itu Ka'bah masih mengalami beberapa kali kerusakan. Lalu kaumAmaliqoh yang berkuasa di Mekah mmperbaiki kembali Ka'bah. Pernah pula dibangun kembali oleh kaum Jumhun.Qusay bin Qilab, kakek nabi Muhammad tercatat pernah pula.
Pada saat nabi Muhammad berusia 35 thn, orang-orang Quraisy sempat membangun Ka'bah yan rusak. Uniknya meski mereka orang Jahiliyyah, mereka berikrar takkan membangun Ka'bah dari rezeki yang haram. Rupanya mereka memiliki kewajiban moral sebagai anak turun nabi Ismal, meski Jahiliyyah.
Puncaknya pada 1417 Raja Abdul Aziz dan putranya Malik Fahd telah pula merenovasi kembali Ka'bah seperti yang ada saat ini.
read more “BAITULLAH, HAJAR ASWAD”

Selasa, 21 April 2009

Mina dan 3 tempat Jumroh


Ditempat ini terdapat 3 lokasi yang menjadi simbol agar setiap muslim terus memerangi setan. Nabi Ibrahim 3 kali dicegat oleh iblis yang membujuk agar dirinya urung mengorbankan Ismail. Ibrahim lalu melempar iblis dengan kerikil sampai iblis menghilang sambil membaca takbir. 3 tempat itu lalu dikenal sebagai Jumroh 'Ula, Jumroh Wustho, Jumroh Aqaba. Rasulullah memberi contoh melemparkan masing-masing 7 kerikil di 3 Jumroh tersebut. Pelemparan dapat dilakukan dari lantai bawah maupun atas. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, tempat ini sangat padat.
read more “Mina dan 3 tempat Jumroh”

Senin, 20 April 2009

Sumur Zamzam

>Tempat-tempat air zamzam

• SUMUR ZAMZAM. Mata air inilah yang ditemukan Siti Hajar saat Ismail kehausan. Zamzam sempat kering bahkan dilupakan keberadaannya. Adalah Abdul Muthalib, kakek Rasulullah yang berhasil menemukannya kembali. Sekarang sumber air itu dibangun di bawah lantai tempat thawaf.Pemerintah Saudi menyalurkannya dalam keran-keran dengan es pendingin. Jamaah tak perlu repotmengambil air zamzam untuk dibawa pulang karena penyelenggara telah menyiapkannya dalam jerigen sebagai oleh-oleh.
read more “Sumur Zamzam”

Muzdalifah


  • MUZDALIFAH. Tempat ini berada di antara Arafah dan Mina. Ketika sore berganti malam, Rasul bergerak dari Arafah ke Mina. Namun kemudian Rasul bermalam di Muzdalifah. Di situ pula Rasul memungut kerikil yang dipakai untuk melempar "jumroh" di Mina.
read more “Muzdalifah”

Padang Arafah, Masjid Namirah



  • PADANG ARAFAH. Pada tanggal 9 Dzulhijjah dengan berpakaian ihram seluruh jamaah haji berkumpul dalam tenda-tenda di padang sekitar 12 km di luar Mekah. Peristiwa ini merupakan tiang utama ibadah haji. Di Arafah terdapat Jabbal Rahmah di sebuah bukit yang konon merupakan tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa. Di Arafah pula Rasulullah menyampaikan pesan terakhirnya sebelum wafat dalam khutbah ringkas yang sangat menggugah.

Pada saat nabi Ibrahim malaikat Jibril bertanya,"Adakah engkau mengerti cara hajimu? Aarofta manasikaka?."Naam aroftu" jawab nabi Ibrohim. Tempat mereka bercakap-cakap itu lalu disebut sebagai Padang Arofah yang berasal dari kata aroftu


  • MASJID NAMIRAH. Ini bagian dari Arafah. Pada saat hari haji tiba, 9 Dzulhijjah, Rasulullah dari Mina berhenti di tempat ini. Sekitar waktu Dhuha tersebut beliau beristirahat di tenda merahnya di tempat ini, sampai waktu Dzuhur tiba. Setelah itu Rasulullah baru bergerak ke tengah padang Arafah dekat Jabbal Rahmah. Di tempat tenda Rasul tersebut kini dibangun Masjid Namirah.

read more “Padang Arafah, Masjid Namirah”

Gua Hira


  • GUA HIRA [Jabbal Nur]. Sekitar 6 km. di luar kota Mekah, sebelah utara Masjidil Haram, terdapat bukit batu terjal. Di dekat puncaknya, di lereng yang menghadap lembah Mekah, terdapat sebuah gua. Tempat yang tersembunyi dan sepi inilah yang dipilih Nabi Muhammad untuk menyepi. Di gua ini Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya, surat Al-'Alaq ayat 1-5, saat ia berusia 40 tahun. Iqra, ujar malaikat Jibril saat menyampaikan wahyu Allah. Iqra artinya bacalah.

  • GUA TSUR [Jabbal Tsur]. Rasulullah dan Abubakar memilih gua di selatan Mekah ini untuk bersembunyi selama 3 hari. Sebelum kemudian berputar menuju Madinah yang berada di utara Mekah. Kisah persembunyian ini merupakan 1 bagian yang paling dramatis dalam peristiwa Hijrah.
read more “Gua Hira”

Maqam Ibrahim



  • MAQAM IBRAHIM. Ini bukan makam Nabi Ibrahim karena rasul itu dikuburkan di Hebron Palestina. Ini adalah tempat Nabi Ibrahim berada saat membangun Ka'bah yang dibantu oleh putranya, Nabi Ismail. Di tempat inilah jamaah disunnahkan untuk shalat 2 rakaat dan berdoa selesai melakukan thawaf.
read more “Maqam Ibrahim”

Mekah, Ka'bah, Shafa dan Marwa













Sa'i dari Shafa ke Marwa >>



Berziarah memang tidak termasuk rangkaian ibadah haji. Ziarah merupakan amalan yang bertujuan melihat dari dekat tempat-tempat bersejarah. Di bawah ini adalah beberapa tempat yang biasa dikunjungi para jamaah haji, baik di Mekah maupun di Medinah.

  • MEKAH adalah kota kelahiran Rasulullah SAW. Istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan putranya yang masih balita, Ismail merupakan penghuni pertama lembah gersang dengan bukit-bukit batu di sekelilingnya ini. Menyusul kemudian orang-orang dari Bani Jurhum. Rasulullah memulai dakwahnya di Mekah sebelum akhirnya hijrah ke Madinah pada 622 Masehi

  • Tempat ini juga disebut "rumah Allah" yang merupakan simbol penyembahan pada Sang Maha Pencipta. KA'BAH dibangun oleh Nabi Ibrahim. Ketika Muhammad masih muda, Ka'bah nyaris hancur karena terkena banjir. Masyarakat Quraisy membongkar dan membangunnya kembali. Saat itulah Muhammad dipuji semua kalangan karena berhasil menghindarkan perselisihan antar kabilah yang berebut untuk meletakkan kembali Hajar Aswad pada tempatnya.

  • Dua puncak bukit batu berjarak sekita 700 meter berada di samping Ka'bah. Antara kedua bukit itulah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, diyakini berlari bolak balik untuk mencari air bagi Ismail yang sedang kehausan. Kini bukit SHAFA dan MARWA telah menjadi bagian dari Masjidil Haram. Berjalan di antara bukit tersebut [sa'i] merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan jamaah haji.
read more “Mekah, Ka'bah, Shafa dan Marwa”

Minggu, 19 April 2009

Panggilan suci: memenuhi panggilan Allah


Ada 3 cara atau jenis pelaksanaan haji, yakni haji ifrad, haji qiran dan haji tamattu. kebanyakkan peziarah dari luar Arab melakukan haji tamattu {melakukan umrah lebih dulu baru haji }
Dalam perjalanan Haji tamattu begitu tiba di Mekkah jamaah harus dalam keadaan ihrom. Lalu melaksanakan thawaf qudum atau thawaf pertama. Setelah melakasanakan thawaf, jamaah shalat 2 rakaat di samping maqam Nabi Ibrahim.
Untuk menyelesaikan umrah pertama, jamaah minum air zamzam dan melakukan sa'i. Dalam menyelesaikan sa'i, jamaah disunahkan menjepit rambut dan memotong ujungnya {bagi wanita} atau mencukur rambut {bagi laki-laki}. Setelah umroh, jamaah melepaskan ihromnya dan memakai pakaian muslim biasa.
Berikut adalah kronologis perjalanan haji.

Tanggal 8 Dzulhijjah
Berihram dengat niat haji dan mengucapkan talbiyah dari miqot yang telah ditentukan atau ia tinggal di Mekah. Kemudian bersiap untuk mabit. Berangkat ke Mina setelah Subuh. Shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. {Dzuhur, Ashar dan Isya boleh diqashar menjadi 2 rakaat tapi jangan menggabungkan shalat/jamak}. Lalu bermalam di Mina.

Tanggal 9 Dzulhijjah
Meninggalkan Mina menuju Arafah sebaiknya segera setelah Subuh. Harus tiba di Arafah sebelum tengah hari pada tanggal 9 Dzulhijjah. Melakukan wuquf di Arafah merupakan bagian terpenting dari ibadah haji. Mendengarkan khutbah dan shalat Dzuhur, Ashar masing-masing 2 rakaat {qasar} secara berjamaah di masjid Namirah di Arafah.
Tinggal di Arafah berdoa kepada Allah SWT sampai matahari terbenam. Nabi Muhammad SAW menyebut haji adalah Arafah karena bagian terpenting dari haji adalah wuquf di Arafah. Menuju Muzdalifa setelah matahari terbenam. Sepanjang perjalanan mengucap talbiyah. Bermalam di Muzdalifa berdoa pada malam yang diberkati.

Tanggal 10 Dzulhijjah
Tibalah hari raya haji atau Idul Adha.Meninggalkan Muzdalifa menuju Mina setelah shalat Subuh sebelum matahari terbit. Mengambil kerikil untuk melontar jumroh di Jamratul Aqaba sebanyak 7 lontaran. Bagi yang nafar awal diperlukan paling tidak 42 kerikil lagi untuk Mabit di Mina setelah tanggal 10 Dzulhijjah.
Setelah tiba di Mina melanjutkan talbiyah. Melontar jumroh di Jumrotul Aqabah {7 lontaran} begitu juga pada 2 hari berikutnya {42 lemparan}. Kemudian melaksanakan korban. Mencukur rambut rambut atau tahalul {untuk laki-laki}. Bagi jamaah wanita disarankan menjepit {dipotong ujung rambutnya}, berangkat ke Mekah dan melakukan thawaf Ifadhah. Kemudian melaksanakan Sa'i. Lalu, kembali ke Mina untuk mabit.

Tanggal 11 - 13 Dzulhijjah
Bermalam di Mina, disebut juga Ayyama Tashriq, untuk menyempurnakan mabit. Melontar kerikil pada setiap dari ke3 jumroh setiap hari, setelah tengah hari setelah shalat Dzuhur. Jika tinggal di Mina selama 2 hari {nafar awal}, jamaah harus meninggalkan Mina sebelum matahari tenggelam pada hari ke2 {12 Dzulhijjah}.

Nabi Muhammad melaksanakan ibadah haji pada 9 Dzulhijjah, tepat sesudah tahun kemenangan Mekah.
Nabi pada saat itu melaksanakan ibadah haji qiron. Nabi menggariskan bagi para sahabat yang membawa binatang hadiah sejak di Miqot agar meneruskan ihromnya. Dan bagi mereka yang tak membawa binatang hadiah, nabi memerintahkan membatalkan hajinya menjadi umroh. Nanti setelah lukar dari umroh baru melakukan ibadah haji, yang disebut haji tamatu'.
Haji ifrod bermula ketika Aisyah tidak membawa binatang hadiah dan di tengah perjalanan tiba-tiba haid. Sampai pada 9 Dzulhijah, haidnya belum tuntas. Lantas Nabi memerintahkan membatalkan umrohnya dan menggantinya seusai ibadah haji, yang disebut haji ifrod, Itu lantaran mengerjakan umroh di luar musim hajji.

read more “Panggilan suci: memenuhi panggilan Allah”